A Brief about Tarakan

Tarakan is a small town with a population consist of various tribes. This marshy island located in the Sulawesi sea, in northern part of east Borneo.

Tarakan according to folklore comes from Tidung language Tarak means ‘to meet’, and from the word Ngakan that means ‘to eat’. Literally “Tarakan” means, ‘the fishermen’s place for resting, eating, meeting, and making exchanges their catches with another fishermen. In addition, Tarakan is also the meeting place for Kayan river estuary flow, Sesayap river and Malinau river.

Tarakan island has an area of 250.80 km². Tidung tribe is native inhabitant of the Tarakan Island. Moreover, Tarakan also inhabited by indigenous tribes and migrants borneo, such as Bulungan, Banjar, Bugis, Java and Sino citizens. Tarakan is also the first place  that Japanese landed a combat vehicle before exploring the Java Island, and here also a big battle had been happening between the Allies and Japan in 1942 to 1945. Tarakan is also known as “Earth Paguntaka” a city that has a source of abundant oil. And till now the source of abundant oil are still managed and explored by Expan and Pertamina company. Motto of Tarakan town is BAIS City, it’s abbreviation from Bersih, Aman, Indah, dan Sejahtera (Clean, Safe, Beautiful, and Prosperous).

The location and strategic position which is equipped with International  Airport
(Juwata) and Harbor (Malundung) have been able make Tarakan as one industry centers and gate for trading in the region of East Borneo on the northern part. As a result, on
December 15, 1997, Tarakan became municipality. The opening is done directly by the
Minister of Domestic Affairs, as well as that day is anniversary for Tarakan city.

Tarakan adalah sebuah kota kecil yang berpenduduk terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Pulau berawa-rawa ini terletak di Laut Sulawesi, di Kalimantan Timur bagian utara.

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung Tarak yang artinya bertemu, dan Ngakan yang berarti makan.  Secara harfiah “Tarakan” dapat diartikan Tempat para nelayan untuk beristirahat makan, bertemu, serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.

Pulau ini memiliki luas sebesar 250,80 km². Suku Tidung merupakan penduduk asli pulau Tarakan. Disamping itu, Tarakan juga dihuni oleh suku-suku asli kalimantan dan pendatang, seperti Bulungan, Banjar, Bugis, Jawa dan warga keturunan Tionghoa. Tarakan merupakan  tempat pertama kali Jepang mendaratkan kendaraan tempurnya sebelum menjelajahi pulau jawa, dan disini juga terjadi pertempuran besar antara Sekutu dan Jepang  tahun 1942 sampai 1945. Tarakan yang juga dikenal sebagai “Bumi Paguntaka” adalah sebuah kota yang mempunyai sumber minyak bumi yang melimpah. Yang sampai saat ini masih dikelola oleh Expan dan Pertamina. Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota BAIS (Bersih, Aman, Indah, dan Sejahtera).

Letak dan posisi yang strategis yang dilengkapi dengan Bandar Udara International  (Juwata) dan Pelabuhan Laut (Malundung) telah mampu menjadikan Tarakan sebagai salah satu sentra Industri dan pintu gerbang perdagangan di wilayah Kalimantan Timur bagian utara. sehingga pada tanggal 15 Desember 1997, Tarakan menjadi Kotamadya berdasarkan Undang Undang RI No.29 Tahun 1997 . Yang peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri dalam Negeri, sekaligus menandai tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Kota Tarakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s