Umat Islam menyambut “Madrasah” Ramadhan

Umat Islam menyambut “Madrasah” Ramadhan

Oleh: H. Intan Sumantri.

Koordinator Aliansi Umat Islam Tarakan (AUIT)

Ramadhan

Allah S.W.T menciptakan hari Jum’at sebagai hari istimewa dalam satu pekan. Demikian pula Allah S.W.T menjadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang istimewa diantara bulan-bulan yang lainnya. Hal ini menjadi sebuah kelebihan yang dimiliki oleh Umat Islam. karena dengan adanya 2 hal yang istimewa baik di tiap minggu maupun di tiap tahunnya, umat Islam bisa bermuhasabah (red: instrospeksi diri). Adakah kedzoliman kita kepada Sang Pencipta dengan mengurangi hak-hak Nya? Adakah kedzoliman kita terhadap diri kita sendiri dengan bermaksiat? Adakah pula kedzoliman kita kepada sesama manusia dengan mengurangi hak-hak mereka? Semua ini adalah waktu yang Allah S.W.T berikan kepada setiap individu muslim untuk mengingat perbuatannya yang telah lalu agar selalu menjadi yang terbaik dari hari ke hari.

Pergolakan Perjuangan Aqidah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi semakin kuat. Hal ini dikarenakan ada seorang oknum dari salah satu pejabat negara yang dengan seenaknya melecehkan agama Islam terang-terangan dan dengan proses hukum yang sangat sulit dan panjang. Sehingga menambah “greget” bagi kalangan akademisi, aktivis dakwah, ustad maupun Ulama untuk mengambil andil dalam perjuangan Aqidah ini. Ditambah lagi dengan keadaan penegak hukum yang seakan-akan berada di pihak penista agama. Sehingga seakan akan, umat Islam lah dalang di sebalik huru hara dan kerusuhan yang terjadi di lokasi pusat pemerintahan Indonesia tersebut. Prahara ini mengakibatkan Umat Islam menjadi sensitif, mudah terprovokasi, mudah mengambil tindakan, yang terkadang tanpa komando dan perintah dari para Ulamanya di negeri ini. Oleh karena itu, dengan momen kedatangan bulan suci Ramadhan ini, maka sudah selayaknyalah Umat Islam kembali mengisi diri dengan pemahaman agama yang baik lewat “Madrasah” Ramadhan yang Insha Allah sebentar lagi akan mendatangi dan mengunjungi Umat Islam di seluruh dunia, tak ketinggalan juga di Indonesia khususnya yang sedang dilanda konflik Aqidah yang berkepanjangan.

Peran serta Para Da’i dan Ulama di dalam mengisi kajian di Bulan Ramadhan sangatlah penting. Sehingga dengan sepak terjang mereka, Bulan Ramadhan ini menjadi “Madrasah” yang dapat diartikan sebagai sekolah untuk mendidik jiwa dan raga setiap individu Muslim yang ingin mendapatkan keutamaan Ramadhan. Yang pada akhirnya, Ramadhan ini menjadi momen untuk meningkatkan pengetahuan Ruhiyah untuk menguatkan spiritual setiap individu Muslim, dan Ramadhan juga sebagai ajang menempa diri agar menjadi individu Muslim yang mantap Aqidah dan Tsaqafah Islamnya, sehingga menjadi masyarakat yang berperadaban yang maju dan jauh dari Radikalisme yang sering di tujukan kepada umat Islam oleh sekelompok manusia yang membenci Agama ini.

Dalam menghadapi bulan Ramadhan, Umat Islam haruslah memiliki planning yang jelas untuk mengisinya, sehingga bulan ini dapat termanfaatkan penuh untuk semua kebajikan dan kebaikan yang pada akhirnya menjadikan ketaqwaan sebagai tujuannya.  Oleh karena itu, penulis akan memberikan tips tips untuk menyambut Ramadhan yang penuh berkah ini.

Pertama: Setiap Muslim hendaklah berdoa memohon kepada Allah S.W.T agar diberikan kesempatan untuk bertemu dan merasakan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan sehat jasmani dan Ruhani maka kita bisa memanfaatkan bulan Ramadhan untuk melaksanakan ibadah secara maksimal, baik berpuasa, shalat, tilawah Al Qur’an, dan zikir. Anas bin Malik r.a berkata: Bahwasanya Rasulullah S.A.W apabila memasuki bulan Rajab selalu berdoa, “Ya Allah Berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah umur kami di bulan Ramadhan. (H.R Ahmad & Tabrani).

Para Salaf Sholih selalu memohon kepada Allah selalu dipertemukan dengan bulan Ramadhan, dan selalu berdoa agar Allah menerima amalan mereka. Sebagaimana Rasulullah selalu berdoa apabila telah melihat hilal Ramadhan seperti yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi, dengan doa:

“Ya Allah, karuniakanlah kami bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman, Tuhanku dan Tuhan kalian Allah”.

Kedua: Setiap Muslim hendaklah memanjatkan rasa syukur kepada Allah atas karunia Ramadhan yang kembali diberikan kepada kita. Kesyukuran ini haruslah terus menerus dipanjatkan oleh setiap individu Muslim kapanpun dan dimanapun. Tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, akan tetapi pada bulan bulan setelahnya juga. Karena banyaknya karunia yang Allah berikan, maka semakin kita bersyukur, semakin ditambahlah keberkahan dalam hidup.

Imam an Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur, dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagunganNya”.

Dan diantara nikmat yang terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah nikmat dalam melaksanakan ibadah dan ketaatan kepadaNya. Maka ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita wajib bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

Ketiga: Setiap Muslim hendaklah bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Karena Rasulullah selalu memberikan kabar gembira bagi seluruh umat Islam ketika datang bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan Sabdanya:

“Rasulullah S.A.W bersabda: Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka”. (H.R Ahmad).

Para Salaf Sholih sangat memperhatikan bulan Ramadhan, sehingga mereka sangat bergembira dengan datangnya bulan ini. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan ini.

Keempat: Setiap Muslim hendaklah merancang kegiatannya selama Ramadhan. Jangan sampai kesibukan dunia menjadi kendala bagi ibadah yang seharusnya dilakukan dengan khusu’ pada bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, dengan durasi 1 bulan terkadang 30, 29 ataupun 28 hari saja. Sehingga kalau disia-siakan maka setiap detiknya adalah penyesalan bagi kita di hari kiamat nanti. Karena apabila kita menggunakan setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan kita kepada Allah, maka itu adalah sebuah keuntungan yang besar bagi setiap muslim.

Kelima: Setiap Muslim hendaklah mempersiapkan jiwa dan ruhiyahnya dengan bacaan yang mendukung proses tazkiyatun Nafs (pensucian diri) dengan menghadiri majlis Ramadhan, Mendengarkan Kultum Ramadhan di Masjid-masjid, maupun membeli buku bacaan yang berkaitan dengan membentengi Aqidah Islam, dan hal hal yang bisa membahayakan Aqidah serta hukum-hukum dan hikmah puasa.

Keenam: Setiap Muslim hendaklah menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih dalam kehidupannya, bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Melaksanakan Sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah kepada Umatnya. Dan mempererat hubungan silaturrahim baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar lingkungan kita. Dengan itu kita berusaha menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi mereka. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Semoga Ramadhan yang akan kita jalani menjadi Ramadhan yang sukses dan mendapatkan predikat Taqwa. Semoga juga amalan kita di bulan Ramadhan tetap kita pertahankan hingga bulan bulan berikutnya. Sebelum penulis menyudahi tulisan ini, ada beberapa manfaat positif yang dapat dirasakan oleh seorang Muslim yang menjalankan ibadah Puasa. Hal ini menjadi rangkuman penutup artikel ini.

  1. Dengan berpuasa, akan melemahkan gejolak nafsu dan menjauhkan sifat sombong serta lalai yang dipicu oleh rasa kenyang.
  2. Dengan berpuasa, menjadikan hati lebih siap untuk berfikir dan berzikir.
  3. Dengan berpuasa, orang kaya dapat lebih menyadari kenikmatan Allah atas dirinya, memicu munculnya rasa syukur yang mendalam terhadap nikmat Allah S.W.T. hatinya akan mudah terpanggil untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan.
  4. Dengan berpuasa, maka godaan setan, luapan emosi dan amarah akan menjadi sempit dan lemah akibat kurangnya suplai makanan ke pembuluh darah yang menjadi jalan bagi setan dalam tubuh manusia.
  5. Dan pada akhirnya dengan berpuasa, akan menyempurnakan kedekatan kita kepada Allah S.W.T dengan meninggalkan semua bentuk pelanggaran dan hal hal yang diharamkan oleh Allah setiap saat. Seperti keengganan untuk bergosip, berdusta, berbuat zalim, membunuh, mencuri, dan merusak kehormatan orang lain. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga pada diri karena sedang berpuasa.

Ramadhan merupakan karunia terbesar Allah S.W.T kepada hamba Nya. Marilah kita manfaatkan dengan bersungguh-sungguh menjalankan ibadah dan segala jenis ketaatan kepada Allah S.W.T. sehingga Ramadhan benar-benar menjadi “Madrasah” yang berhasil mencetak individu-individu Muslim yang beriman dan bertaqwa. Yang bisa bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama.

 

 

Jum’ah, 26 May 2017/ 29 Sha’ban 1438 H

Ma’had Daarul Ilmi

Muhammadiyah Boarding School Tarakan

Advertisements

About intanelwahdy

Graduate of International Islamic University Malaysia B.A In Islamic Studies. Member of Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia Branch Kaltara Member of Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tarakan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s