Kriteria Memilih Seorang Pendamping Hidup.

Kriteria Memilih Seorang Istri.

(Oleh: Dr. Mohamad Khair al Sha’al).

Judul Asal: Ikhtiyaruz Zaujah


  1. Bagaimanakah kita memilih seorang Istri?
  2. Siapakah yang akan menjadi teman dalam kehidupan kita?
  3. Apa sajakah yang perlu kita ketahui dalam memilih calon istri?
  4. Bagaimanakah cara mencarinya? Dan dimana kita akan mendapatkannya?

Sesuatu yang paling penting dalam kehidupan seorang pemuda muslim adalah memilih seorang istri. Kenapa harus demikian?

Sebagai contoh, anda sekarang adalah pemuda yang berumur 25 tahun, calon istri anda atau wanita yang anda cintai akan hidup bersama anda 50 tahun yang akan datang, jika Allah menghendaki. Anda akan menikmati hidup anda dengan seorang wanita. Baik anda akan hidup bahagia bersamanya ataupun hidup susah bersamanya (naudzubillahi min dzalik).

Memilih istri atau pasangan hidup adalah hal yang terpenting, dan Istri akan menemani kita di dunia ataupun di akhirat. Allah S.W.T berfirman yang artinya : “Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu akan digembirakan” (Az-Zaukhruf: 70). Yang berarti anda beserta istri anda akan bersama-sama di surga. Sekarang anda akan memilih, siapakah wanita yang akan menemani anda baik di dunia maupun di akhirat.

Pada hakikatnya, seorang wanitalah yang akan mengasuh anak-anak. Jadi, ketika anda memilih seorang calon istri berarti anda telah memilih pendidikan untuk anak-anak anda. Seorang ibulah yang biasanya berperan penting dalam mendidik anak, maka seorang muslim harus berhati-hati dalam memilih calon istri. Karena dari seorang ibulah seorang anak akan terbentuk akhlaknya dan setelah anak itu besar, maka dia akan berdoa untuk ayahnya “Semoga Allah merahmati Ayahku karena telah memilihkanku dan saudara-saudaraku seorang ibu yang baik”.

Memilih istri adalah hal terpenting dalam kehidupan seorang pemuda. Ibnu Ma’ud berpendapat dalam menta’wilkan ayat :

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

“Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia, yang dimaksud dengan kebaikan di dunia adalah wanita sholihah, maka dunia akan diisi dengan kebaikan yaitu dengan wanita sholihah, dan berikanlah kami  kebaikan di akhirat, diartikan bahwasanya kebaikan di akhirat adalah bidadari surga yang terjaga. Dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka, dan yang dimaksud dengan api neraka adalah wanita yang berakhlak buruk”.

Wanita yang berakhlak buruk akan menjadi sumber malapetaka, wanita yang berakhlak buruk akan menjadikan hidup anda di dalam kesengsaraan di api neraka. Dalam memilih istri, kita wajib memperhatikan 10 perkara. 10 perkara ini haruslah diketahui oleh seorang pemuda muslim, dan setiap wanita juga harus mengetahuinya. Bahwasanya pemuda sholeh mencari wanita dalam 10 kriteria ini.

  1. Islam, seorang istri haruslah muslimah, tidak ada yang layak bagi seorang muslim selain muslimah. Allah S.W.T berfirman dalam surat al Baqarah ayat 221 yang artinya : “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Walaupun seorang wanita musyrik cantik terpelajar, punya kedudukan dan tahta tidak ada yang layak bagi seorang muslim kecuali muslimah. Dalam ayat ini terdapat sebab turunnya ayat (asbab nuzul) , seorang sahabat bernama Martsad Al Ghanawi. Martsad sebelum islam adalah seorang musyrik, ketika masih dalam kegelapan itu (syirik) dia telah berkenalan dengan seorang wanita musyrik yang bernama Anaq, Anaq juga dikenal sebagai seorang penari atau wanita malam. Dan ketika Martsad telah masuk islam, martsad adalah seorang pemuda yang kuat, perkasa, tampan, dan banyak digemari oleh para wanita. Dan anaq telah jatuh cinta kepadanya. Dan Martsad bekerja mengawal keluarga orang muslim yang berpindah dari mekkah ke madinah. Dia menjaga mereka dari tangan-tangan orang jahat musyrik. Dan pada suatu malam, ketika Martsad berjalan, kemudian Anaq melihatnya, Anaq berkata: Selamat datang Martsad, aku sangat merindukanmu, malam ini adalah untuk kita, dan Anaq ingin berkumpul dengan Martsad dirumahnya dengan cara haram, ketika itu Martsad berkata: Sesungguhnya Islam telah melarang hubunganku dan hubunganmu wahai Anaq, lalu anaq menjawab: Nikahi aku, kalaupun kita tidak berzina, maka dengan jalan pernikahan. Martsad menjawab: Aku akan bertanya kepada Rosululloh, kemudian anaq memaksa martsad untuk bersamanya, kalau martsad menolak ajakannya malam ini, maka anaq akan berteriak memanggil pemuda kafir untuk menangkapnya. Seketika itu juga martsad melarikan diri. Ini lah ujian seorang pemuda dengan keimanannya. Demikianlah ujian yang menimpa seorang mu’min, dan untuk para pemuda bertaqwalah kepada Allah, dengan meninggalkan perkara yang diharamkan untuk kembali kepada ketaatan dan perkara yang halal. Maka, Allah akan mengangkat derajatmu didunia dan diakhirat. Demi Allah sesungguhnya kamu tidak akan meninggalkan sesuatu untuk Allah, kacuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan di dalam agamamu dan di duniamu. Setelah Marsad melarikan diri dan sampai ke Madinah, kemudian ia mendatangi Rasululloh dan dia berkata, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya aku mencintai Anaq, aku masih mencintainya, dan dia telah mengajakku untuk berzina dan aku menolaknya. Apakah engkau mengizinkan aku untuk menikahinya? Kemudian Rasulullah hanya berdiam diri sampai Allah menurunkan surah Al Baqarah ayat 221 yang artinya:  Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”. Kemudian Rasul berkata kepada Martsad: Wahai Martsad, janganlah kau menikahi anaq, tidak ada seorang wanitapun yang layak bagi seorang muslim kecuali wanita muslimah. Keluargamu harus dibangun atas dasar Islam dan ketaatan kepada Allah. Jadi, yang paling utama dalam memilih istri adalah harus beragama Islam. Bagaimana dengan Kitabiah (wanita ahli kitab), Nasraniah (wanita kristen), Yahudiah wanita yahudi)? Islam telah mengizinkan kita untuk menikahi mereka, tapi apakah dibenarkan untuk menikahi mereka pada zaman sekarang ini? Jawabannya adalah “tidak”. Karena istrimu adalah orang yang akan mendidik anak-anakmu, dan dia adalah orang yang akan mengajarkan kasih sayang dalam agama. Saya takut terjadi padamu, ketika kamu meninggalkan rumah dan istrimu adalah wanita yahudi, maka dia akan mendidik anak-anakmu dengan cara yahudi. Boleh saja menikahi wanita ahli kitab tapi lebih baik tidak.
  2. Sholehah. Wanita sholehah terhadap agamanya, karena wanita yang jujur akan mendidik anak arti kejujuran, menepati janji, kelembutan, sifat malu, dan ketaatan. Rasulullah saw bersabda: “Nikahilah wanita karena 4 perkara: Harta, kecantikan, keturunan, dan agama, dan pilihlah yang beragama, maka Allah akan menyenangkan hidupmu”. Siapakah wanita sholihah itu?  Yaitu wanita yang jika kamu menyuruhnya, dia menaatinya, jika kamu melihatnya, maka akan menyenangkan hatimu, jika kamu jauh darinya maka dia akan menjaga harta dan anak-anakmu. Hanya wanita sholihah yang sesuai untuk pemuda sholeh. Wanita yang tidak sholehah tidak menaati Tuhannya, maka bagaimana ia menaati suaminya? Wanita yang tidak sholehah tidak takut kepada Tuhan semesta alam, maka akankah ia menakuti suaminya?
  3. Cerdas. Kita perlu mencari wanita yang berfikiran matang, pemikirannya dewasa, terbuka dan mampu mengatasi permasalahan kehidupan. Sebagaimana kita ketahui, kehidupan pada saat ini dipenuhi dengan kesibukan dan persoalan. Wanita sholihah dalam kehidupannya akan membantu anda, contoh: Kamu sedang bekerja, kemudian anakmu yang kecil terjatuh dan terluka, kepalanya mengeluarkan darah, wanita yang cerdas ia akan mengobati anaknya, jika terlihat darahnya belum berhenti keluar, maka dia akan menelponmu, meminta izin untuk keluar rumah bersama anakmu, karena dalam keadaan darurat, ada sedikit masalah, kemudian dia pergi ke dokter, atau ke rumah sakit, mengobati anak ini dan kembali kerumah. Di siang harinya jika kamu datang, dia akan berkata: tadi pagi anak kita jatuh dan kepalanya terluka, tapi semua bisa diatasi, maka anda akan merasa tenang. Sebaliknya, wanita yang tidak cerdas ketika anaknya jatuh dan terluka dia akan panik dan berteriak-teriak kemudian berdatanganlah para tetangga, ataupun dia akan pingsan ketika melihat anaknya terluka. Ada suatu kejadian, seorang wanita sholehah yang selalu menjaga diri, berhijab, tetapi akalnya lemah. Ketika ditinggal oleh suaminya dirumah sendirian, dan terjadilah kebakaran di dalam rumahnya, kemudian dia mencoba untuk memadamkannya tetapi tidak berhasil, kemudian datanglah tetangganya memintanya untuk membuka pintu untuk membantu memadamkan api, kemudian wanita itu berkata: “saya tidak bisa mengizinkan seorangpun masuk ke dalam rumah tanpa seizin suami saya, karena suami saya tidak berada di rumah sekarang”. Kemudian para tetangga itu menghancurkan pintu rumah, dan masuk untuk memadamkan api, ini adalah contoh wanita sholehah tetapi kurang cerdas. Suatu ketika Rasulullah mentalaq/menceraikan seorang wanita di malam pernikahannya, suami adalah Rasulullah S.A.W dan isrinya bernama Al Jauniyah. Jauniyah telah dinikahi oleh Rasul. Katika Rasul memasuki kamarnya, Rasul ingin meletakkan tangannya diatas kepala istrinya itu, maka Jauniyah berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari dirimu”, kemudian Rasul kaget dan berkata: “Kenapa kamu berkata-kata seperti itu?” Kemudian wanita itu menjawab: “Apakah kamu tidak menyukai kata-kata itu?” Beliau bertanya lagi: “Siapa yang mengajarkanmu berkata demikian?” Ia menjawab: “Istri-istrimu”. Kemudian Rasulullah berkata: “Kembalilah kepada keluargamu dan kamu telah saya ceraikan, kemudian Rasul memberikan maharnya dan mengembalikannya kepada keluarganya. Rasul telah melihat kekurangan pada akal wanita itu. Apakah mungkin se seorang bertanya kepada musuhnya, tentang kebaikan, kemudian musuh tersebut mengabarkan kebaikan itu, apakah kita dengan serta-merta menerima kabar baik itu tanpa menyaring terlebih dahulu?.
  4. Sifat malu (pemalu). Setiap agama memiliki tuntunan akhlak, dan akhlak dari agama adalah sifat malu. Seperti kata pepatah, “Jika kamu tidak merasa malu, maka berbuatlah sesukamu”. Kehidupan itu indah, tapi dengan kehadiran wanita akan menjadi lebih indah. Dan sifat paling baik yang menghiasi seorang wanita adalah sifat malu, wanita yang tidak memiliki rasa malu, wanita yang sering menasehati laki-laki, memakai baju seperti laki-laki, tertawa seperti laki-laki tidak layak bagi seorang muslim. Seorang wanita yang menyerupai laki-laki tidak pantas menjadi seorang istri, seorang wanita yang telah terkenal namanya, rupanya, gayanya didepan banyak lelaki juga tidak pantas bagi seorang muslim. Sifat malu pada wanita adalah hal yang dicari-cari banyak pemuda. Bagaimana cara mengetahui seorang wanita memiliki rasa malu atau tidak? Apabila dia duduk didepanmu, ketika kamu datang bersama ibumu mengunjungi rumah keluarganya. Maka lihatlah caranya memandangmu. Bagaimana cara dia memandangmu? Biasanya sebagian pemuda, ketika dia pergi untuk melamar wanita, dia merasa malu. Dan akan kita dapati sebagian perempuan melihat lelaki seperti ingin memakannya, ini akan menjadi masalah di kemudian hari, wanita pemalulah yang dicari oleh lelaki.
  5. Ketaatan (wanita yang taat). Carilah wanita yang taat kepadamu. Bagaimana cara mengetahui bahwa wanita yang ingin kamu nikahi dia memiliki ketaatan atau tidak? Lihatlah pada ibunya dan ayahnya. Maka disebutkan: sebelum kamu menikahi wanita, lihatlah ibu dan ayahnya. Karena anak wanita belajar dari ibunya, kemudian lihatlah kepada kakaknya dan suami kakaknya, karena sebagian adik itu belajar dari kakaknya. Suatu hari datanglah kepada saya seorang lelaki untuk menikahi seorang wanita, kemudian saya bertanya: “Siapa nama wanita itu?, dari keluarga siapa dia? Apa pendidikannya? Berapa umurnya? Apa pekerjaan ayahnya? Apa pekerjaan ibunya? Berapa saudara laki-laki dan perempuannya?” Maka diketahui bahwa wanita itu memiliki 8 saudara perempuan. Apakah 8 orang itu sudah menikah semua atau belum? Kemudian lelaki itu menjawab, semuanya sudah menikah. Kemudian saya bertanya lagi: “Bagaimana keadaan saudara-saudara perempuannya dengan suami-suami mereka?” dan lelaki itu menjawab: “Semuanya yang ke-8 orang itu telah diceraikan oleh suami mereka. Kemudian saya berkata: “Wahai saudaraku, pergilah darinya, karena akan terjadi padamu apa yang telah terjadi pada saudara perempuannya. Kemudian lelaki ini tetap bersikeras ingin menikahi wanita itu, setelah setahun usia pernikahan mereka, lelaki itu menceraikan istrinya. Ini adalah kisah nyata, maka carilah wanita yang taat, carilah wanitanya yang ibunya menaati ayahnya, maka anak wanita itu akan belajar dari ibunya, kakaknya menaati suaminya, maka wanita itu akan belajar  makna ketaatan dari kakaknya.
  6. Cantik ( Wanita yang cantik), dengan 3 syarat, tetapi sebelum mengetahui 3 syarat ini, sepatutnya perlu anda ketahui bahwa kecantikan adalah hal yang nisbi (relatif), apa yang dilihat oleh seseorang itu cantik, belum tentu cantik juga pada pandangan orang lain, tidak terdapat alat yang dapat mengukur kecantikan wanita, sebagai contoh: Tidak dikatakan wanita yang  putih itu cantik, atau wanita yang berkulit sawo matang itu cantik, atau wanita yang memiliki mata hijau, biru atau hitam pekat itu cantik, pengukur titik kecantikan setiap manusia selalu berbeda, oleh karena itu apa yang dilihat oleh sebagian orang cantik, belum tentu cantik bagi sebagian orang yang lain. Dan suatu ketika seorang ibu pergi melamar seorang wanita untuk anak laki-lakinya, karena ibunya melihat bahwa wanita calon istri anaknya adalah wanita yang cantik, tetapi ketika anak laki-laki itu melihat wanita pilihan ibunya, ternyata wanita itu tidak cantik menurut sang anak, ini adalah suatu kenyataan yang pernah terjadi, bahwa apa yang dilihat oleh seorang ibu adalah suatu kecantikan, belum tentu apa yang dilihat oleh seorang anak juga cantik. Maka untuk para ibu, janganlah memilihkan calon istri untuk anak lelaki dengan melihat pada paras kecantikan. Dan yang terpenting pada kecantikan wanita adalah, menyenangkan hati seorang suami ketika ia memandang istrinya. Maka harus mencari wanita cantik dengan 3 syarat: Syarat pertama: kecantikan istri itu hanya untuk keluarganya, dan bukan untuk dipamerkan di jalan-jalan, dan bukan juga untuk dipamerkan kepada orang lain, dan bukan juga untuk orang laki-laki yang tidak mengenalnya. Seorang wanita dikatakan cantik, tetapi kecantikannya hanya untuk di dalam rumah (keluarga dan suaminya) saja. Disebutkan bahwa ada seorang lelaki datang kepadanya beberapa orang wanita yang cantik-cantik, dan sepertinya wanita-wanita itu adalah wanita yang paling cantik di dunia, lelaki ini ingin memilih seorang istri dari salah satu wanita tersebut, kemudian lelaki itu melihat kepada wanita-wanita itu kemudian melihat kepada wanita yang berada diatas gunung yang tinggi, kemudian lelaki itu berkata: “Aku ingin menikahi wanita yang berada diatas gunung itu”,..kemudian ada  yang bertanya, kenapa? “karena dia susah untuk didapatkan, jauh dari pandangan manusia”. Yang layak bagi seorang muslim adalah wanita yang cantik tetapi susah untuk didapatkan, dan jauh dari pandangan manusia, apabila seorang wanita itu telah dikenal banyak oleh lelaki, maka wanita itu tidak layak bagi seorang muslim. Dan syarat yang kedua adalah: jangan sampai kecantikan itu menjadikan fitnah diantara manusia, terlalu bangga dengan kecantikannya. Ketika lelaki mau menikahi wanita itu, dia berkata: “Sebenarnya banyak lelaki yang suka padaku, tetapi aku hanya memilihmu”, setiap ada sedikit perkara terjadi, wanita itu berkata: ”Taukah kamu berapa lelaki yang ingin melamarku? Tetapi aku hanya cinta kepadamu”, seorang wanita yang seperti ini akan menyakitkan hati seorang suami. Jadi bagi kaum wanita apabila memiliki kecantikan, maka haruslah bersyukur kepada Allah, karena Allah yang telah memberikan semua kecantikan itu. Dan syarat yang ketiga adalah: kecantikan itu haruslah di lindungi oleh perisai agama. Agama haruslah menjadi penjaga kecantikan ini. Karena kecantikan tanpa agama adalah sia-sia. Dan ketika seorang suami keluar dari rumahnya dengan meninggalkan istrinya di rumahnya, hatinya tidak akan merasa tenang, karena takut akan terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anaknya. Dan apabila agama telah menjadi perisai kecantikan, maka ini adalah hal yang terbaik. Tetapi apabila agama telah pergi dari kecantikan wanita, maka hal ini adalah yang ditakuti oleh suami.
  7. Keturunan. Dan yang dimaksud dengan keturunan adalah berasal dari keturunan yang baik. Keluarganya harus berasal dari keluarga yang beragama, baik budi perangainya, terlihat kebaikannya di masyarakat, terlihat bahwa keluarga itu menjaga dan mendidik anak-anak nya. Ketika mau menikah, seorang lelaki harus bertanya, “Apa pekerjaan saudara-saudara calon istrinya? Apa kedudukan mereka dalam masyarakat? Apa pekerjaan saudara perempuan calon istrinya? Maka keturunan yang baik dari ayah dan kakek sangat membantu dalam mengetahui kebaikan wanita yang diinginkan. Sepatutnya kita harus melihat pada saudara laki-lakinya, Apa pekerjaannya? Bagaimana kehidupannya? Jangan hanya melihat dari kebaikan perkataan wanita itu, atau kebaikan akhlaknya saja, tapi lihatlah dari nasab keturunannya juga. Keluarga besar yang tidak terdapat perceraian sama sekali, secara keseluruhan keluarga ini bisa dikatakan berhasil dalam kehidupan. Sebaliknya apabila sebuah keluarga besar yang terdapat banyak perceraian di dalamnya, maka keluarga seperti ini kurang layak bagi seorang lelaki muslim.
  8. Kebersihan. Seorang pemuda pasti menginginkan seorang wanita yang bersih, seorang wanita yang memperhatikan kebersihan dirinya, pakaiannya, makanannya, lingkungan tempat tinggalnya. Bagaimana cara mengetahui bahwa seorang wanita bersih atau tidak? Dari pakaian yang dipakainya, dari lingkungan tempat tinggalnya, dan suatu kejadian pada zaman terdahulu, terdapat seorang lelaki ingin melamar seorang wanita, ketika ibu dari pemuda itu masuk kedalam taman rumah atau lingkungan rumah wanita yang ingin dilamarnya tersebut, ibunya memeriksa kotoran yang ada pada rumah wanita itu, apakah ada debu pada lantai rumah, atau apakah ada debu diatas kursi, sampai seorang ibu itu mendapati cangkir minuman yang telah disediakan oleh keluarga wanita itu kotor oleh debu. Kemudian ibu itu berkata, “Wanita ini tidak cocok bagimu wahai anakku. Karena cangkir yang disediakan kepada kita ini tidak bersih, bagaimana jika ia menjadi istrimu?.
  9. Bukan dari keluarga dekat. bukan dari saudara dekat. Secara umum hal ini adalah baik dan perlu diperhatikan. Karena kadang ada penyakit turunan yang dibawa laki-laki pada dirinya, jika ia menikah dengan perempuan dari keluarga dekat dikhawatirkan perempuan tersebut memiliki hal yang sama. Hal ini akan pada anak mereka kemudian karena penyakit tersebut akan menurun padanya. “Janganlah kamu menikah dengan saudara dekat kelak anak-anak akan lemah badan dan akal.”  Kadang ketika terjadi perceraian, seandainya suami dan istri tersebut adalah dari saudara dekat tentu akan merenggangkan hubungan persaudaraan antar keluarga mereka. Menikah dengan saudara dekat tentu dibolehkan, asal dikarenakan perempuan tersebut memiliki sifat-sifat yang sangat baik.
  10. Cinta. Apakah harus ada rasa cinta kepada wanita yang ingin kita nikahi?, atau dia harus mencintai kita?, atau harus membangun perasaan cinta itu sebelum pernikahan?, jawabannya adalah tidak. Tidak diharuskan untuk seorang laki-laki mencintai wanita ataupun sebaliknya sebelum pernikahan. Riset yang diadakan oleh Universitas Cairo tentang pernikahan yang disebabkan oleh cinta (zawaj hub) , yang dimaksud disini adalah seorang lelaki dan wanita yang saling mencintai kemudian menikah. Riset telah membuktikan bahwa 80%  pasangan yang menikah dengan berpacaran terlebih dahulu kira-kira 2-3, bahkan 5 tahun, berakhir dengan perceraian. Sebaliknya 70% pasangan yang menikah dengan zawaj taqlidi ataupun pernikahan secara spontan  berhasil dalam pernikahannya. Ada pertanyaan, Bagaimana mungkin bisa mencintai seorang wanita yang baru saja 2 atau 3 kali bertemu?, jawabannya adalah cinta dibangun setelah pernikahan.

Ada sebuah cerita, Ada cerita dari teman saya bahwa kakeknya yang berumur 70 tahun telah ditinggal mati neneknya yang berumur 62 tahun. Kakek tersebut sangat sedih ditinggal istrinya, ia selalu terkenang istrinya. Jika ada saudara istrinya datang ia menangis sambil mengatakan, “Telah pergi kekasihku yang selalu perhatian padaku dan aku sangat perhatian padanya..”. Maka inilah cinta, cinta sejati yang didasari ketulusan dan kesucian, yang melahirkan keluarga bahagia. Bukan cinta yang dilampiaskan pada tempat-tempat maksiat, yang jauh dari akhlak dan keluar dari tuntunan akal sehat.

Allah S.W.T berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang” (QS Ar-Ruum: 21). Lihatlah tertib kalimat pada ayat tersebut, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, hendaknya kamu menikah dahulu. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, kemudian kamu akan hidup tenang bersamanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang, kemudian dijadikan mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang) diantara kamu. Jadi menikah dahulu baru kemudian cinta akan tumbuh. Sebelum pernikahan tidak ada istilah cinta. Yang ada adalah kecenderungan terhadap lawan jenis. Cinta adalah anugerah dari Allah, bukan sesuatu yang tersebar di mana-mana yang mudah untuk didapatkan.

Menikah karena cinta, 80% akan menyebabkan perceraian, tetapi nikah karena ridho dari orang tua, walaupun belum tumbuh rasa cinta, 80% selalu berhasil dan tanpa perceraian. Terdapat perbedaan maksud antara al hub dan al mawaddah meskipun secara makna sama yaitu cinta. Al hub adalah perasaan hati sedangkan al mawaddah adalah tindak perbuatan. Pada ayat di atas memakai kata al mawaddah bukan al hub. Jika al hub, bisa jadi seorang laki-laki mencintai istrinya namun tidak menaruh perhatian serta tidak pula bertanggung jawab pada keluarga. Bisa saja ia mengatakan pada istrinya aku mencintaimu, namun ketika marah memukul istrinya. Cinta apa yang seperti ini? Sedangkan mawaddah akan beriringan dengan rahmah atau kasih sayang. Ada pasangan yang hidup setia dan harmonis sampai puluhan tahun meskipun kadang tanpa cinta. Namun pasangan tersebut saling menaruh perhatian dan bertanggung jawab satu sama lain.

Demikianlah sepuluh hal yang harus diketahui oleh seorang pemuda muslim yang akan memilih calon pasangan hidup, walaupun tidak bisa mendapatkan sepuluh sifat ini, paling tidak mendapat sebagian besar dari hal yang diatas.

About intanelwahdy

Graduate of International Islamic University Malaysia B.A In Islamic Studies. Member of Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia Branch Kaltara Member of Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tarakan
This entry was posted in Islamization. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s