Thanks Dad, for educating me in Darussalam…

Kumpul IKPM bulan maret 2011 ini agak berbeda dengan kumpul bulanan IKPM pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan kedatangan Ayahanda tercinta ke bumi Malaysia seraya menerima penghargaan “Penyematan Tanda Jasa” dari Raja Malaysia. Mungkin juga karena telah lama tidak melihat dan menghirup udara “Bumi Darussalam”.

Pak Yai banyak bercerita tentang perkembangan Pondok Modern serta pembaharuan yang terjadi, sedikit banyak berkuranglah rasa rindu ini kepada Pondok tercinta. Dari mulai cerita pernikahan sebagai sarana untuk hidup, dan bukan tujuan hidup, sampai campur tangan Pemerintah Indonesia terhadap Pondok Modern Gontor, semua diceritakan oleh Pak Yai secara gamblang.

Seiring dengan merebaknya kader-kader Islam Liberal di bumi Indonesia yang sejatinya mereka tidak memperjuangkan nilai Islam, maka Pondok Modern lah sebagai aset utama bangsa untuk membentengi ruh-ruh liberalisme yang berkembang pesat di Indonesia.

Banyak yang ingin mengenyam pendidikan di gontor, tapi tidak kesampaian, adapula yang ingin belajar, tapi terhambat oleh umur, keluarga, dan masalah lainnya. Saya pribadi telah banyak mendengar “Orang-orang non IKPM” yang kagum terhadap Gontor. Apakah cetakan gontor memang sehebat yang dibayangkan ?….Ataukah hanya beberapa orang saja yang bisa berjaya dan sukses karena telah mengenyam pendidikan di Gontor ???…

Apapun jawabannya, saya telah banyak bersyukur terutama kepada Allah S.W.T yang telah menjadikan saya hidup didunia, kepada ke-2 Orang Tua sebagai wasilah keberadaan saya di dunia ini, dan kepada Ayah yang telah membiayai dan mensupport saya untuk belajar di Gontor. Banyak yang saya dapatkan di Gontor, dari Bahasa, Kepemimpinan(Leadership), pergaulan(Mua’malah), dan bagaimana menjadi contoh yang baik bagi rekan se-Darussalam.

Allah telah menulis jalan hidup saya yang indah, walaupun pada awalnya saya merasa berat dan tidak suka ketika mendengar kata “Pesantren”…Seakan-akan adalah tempat orang-orang buangan(perbaikan Akhlak), ataupun tempat orang-orang yang tidak punya masa depan. Tapi Gontor telah membuktikan kepada diri saya khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya akan makna pendidikan 24 jam selama di rayon dan kelas.

كل ما يراه التلاميذ من حركات وما سمعوه من أصوات في هذا المعهد يكون عاملا من عوامل التربية

Itulah kenyataan yang dapat saya rasakan sampai saat ini. So, Thanks Dad, you have choosen for me ultimate education for my future life….

 

 

Wallahu Ta’ala A’lam….

As-Siddiq F 4.5c

01:01 am/ 14-03-2011.

 

About intanelwahdy

Graduate of International Islamic University Malaysia B.A In Islamic Studies. Member of Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia Branch Kaltara Member of Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tarakan
This entry was posted in Intan's Notes. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s