Adab Seorang Penuntut Ilmu.

Menuntut ilmu adalah cara terbaik bagi seorang hamba Allah dalam rangka mendekatkan diri kepada kepada Rabb nya. Dan menuntut ilmu juga termasuk suatu wujud ketaatan seorang muslim kepada Tuhannya yang akan mengangkat derajat muslim tersebut didunia dan di akhirat kelak. Dan Allah telah memerintahkan kepada sekalian hambanya untuk belajar, berfikir dan bertadabbur. Allah juga telah memperingatkan hambanya untuk tidak berbuat suatu kebodohan dengan mengikuti hawa nafsunya. Dan Allah telah menerangkan bahwasanya ilmu yang akan bermanfaat kepada pemiliknya di hari kiamat kelak adalah ilmu yang diperoleh seorang penuntut ilmu dengan cara yang ikhlas, dan yang paling terpenting adalah Ridho dari Sang Pemilik ilmu tersebut, dan kemudian seorang Penuntut ilmu haruslah berkelakuan/beradab dengan adab yang baik, dan berakhlak layaknya seorang Nabi Muhammad S.A.W yang sebagaimana kita ketahui bahwa Akhlak Nabi Muhammad S.A.W adalah Al Qur’an.

Oleh karena itu, Rosululloh S.A.W sangat memperhatikan adab para Sahabatnya dengan tanpa mengurangi perhatian beliau terhadap cara mengajarkan adab tersebut kepada para Sahabatnya. Dan Rosululloh juga memperhatikan pembinaan diri para Sahabat dan pensucian hati-hati mereka dengan tanpa mengesampingkan pemahaman hukum-hukum Islam terhadap diri para sahabat dan membangun jiwa mereka.

“Ilmu tanpa adab tidak mendatangkan manfaat, dan ilmu yang tidak disertai oleh jiwa yang bersih dan hati yang suci bisa menjadi bumerang bagi pemilik ilmu itu pada hari kiamat, hari yang didalamnya tidak akan berharga harta maupun kekayaan yang melimpah”.

Oleh sebab itu, para Ulama Salaf as-Sholih telah menerapkan pendidikan kepada para muridnya dengan mensucikan hati-hati mereka dan mengobati penyakit hati yang ada pada diri mereka. Maka kebanyakan dari para Penuntut ilmu itu memiliki adab yang baik sebelum mereka mendapatkan ilmu, dan para Ulama Salaf as-Sholih juga memperhatikan keadaan para penutut ilmu seperti dokter yang mengobati penyakit dari seorang pasiennya dengan memberikan kepada pasien tersebut setiap obat yang bermanfaat untuk mengobati sakit sampai pasien itu benar-benar sembuh total.

Maka tidak mengherankan ketika banyak terdapat buku yang telah di tulis oleh para Ulama para masa sekarang ini tentang akhlak dan adab seorang penuntut ilmu, dan cara mendidik seorang pelajar, sehingga lahirlah dari jeri-payah para Ulama ini generasi muda yang baik yang membawa ilmu bersama amalan yang baik dan adab yang baik pula, sehingga terbentuklah suatu tatanan masyarakat yang baik dengan berpegang teguh kepada Syari’at Islam, sehingga terangkatlah derajat para Ulama ini karena telah berhasil menciptakan masyarakat muslim yang berilmu dan beramal shalih.

Dan daripada itu, kewajiban seorang Penuntut ilmu adalah saling menasehati diantara sesama mereka, dan saling mengingatkan agar takut hanya kepada Allah S.W.T yang tidak ada sesuatu apapun yang bisa disembunyikan daripada-Nya. Dan selayaknya memilik akhlak, yang tidak ada sesuatu yang pantas bagi seorang Muslim yang menuntut ilmu kecuali berkhlak mulia.

Dan tidak diragukan lagi, bahwa semua musuh-musuh Islam telah berusaha untuk menjauhkan para Pemuda Muslim daripada ilmu yang bermanfaat, dengan kata lain, Syari’ah Islam yang menjaga kehidupan umat manusia di bumi. Ada banyak cara yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, antara lain membuat acara infotainment dan film ataupun acara-acara televisi yang tidak mendidik (Ghoiru Tarbawi). Yang semua ini adalah dengan tujuan untuk menghancurkan para generasi Penerus Muslim.

Maka, selayaknyalah kita sebagai seorang Pemuda Muslim untuk tahu tentang Adab yang harus dimiliki seorang Penuntut Ilmu.

1.       Keikhlasan.

2.       Mengamalkan ilmu dan menjauhkan diri dari maksiat.

3.       Tawadhu’ (Rendah diri).

4.       Sering mendatangi Majlis Ta’lim dan mendekatkan diri pada para ulama.

5.       Bersabar dalam menuntut ilmu.

6.       Selalu merasa kurang terhadap ilmu pengetahuan yang dimiliki.

7.       Jujur dan Amanah.

8.       Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya.

9.       Zuhd (sederhana) di dunia.

10.   Menghargai waktu dengan cara memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

11.   Mengulang apa yang telah di pelajari sehingga tidak mudah terlupakan.

12.   Selalu bersahabat dengan orang-orang yang Shalih.

Dan apabila semua dari 12 sifat ini telah dimiliki oleh seorang Penuntut Ilmu maka Insha Allah ia telah memikili pedang yang biasa dimiliki oleh seorang pejuang Islam, dengan kata lain seorang muslim dapat mengembangkan ilmunya dan mensucikan dirinya dan menata tatanan masyarakat muslim, karena sesungguhnya akhlak dan adab seorang muslim adalah Al-Qur’an sebagai mu’jizat baginda Rasulullah S.A.W.

 

(Min Adabi Tholibul Ilmi Lid Duktur Anas Ahmad Karzun Bil Ikhtishor)

About intanelwahdy

Graduate of International Islamic University Malaysia B.A In Islamic Studies. Member of Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia Branch Kaltara Member of Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tarakan
This entry was posted in Islamization. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s