Si Pesimis dan Si Optimis

Ketika kita melihat gambaran kehidupan manusia di dunia dengan amal kebajikannya yang banyak lagi melimpah, dan kita melihat orang tersebut hidup dengan tenang dan bahagia tanpa ada masalah apapun yang dihadapinya. Sebenarnya, kebanyakan dari sebab-sebab kesengsaraan di dunia ini  adalah kembali kepada sikap pesimis. Sikap pesimis adalah sikap seseorang yang melihat kehidupan ini hanya dari musibah yang menimpanya, kejahatan yang mengusik kehidupannya, dan kesedihan yang selalu mewarnai hari-harinya. Suatu tindakan yang menjadikan setiap kesenangan menjadi kesusahan, menjadikan setiap kenikmatan berubah menjadi kesengsaraan, dan setiap kegembiraan menjadi kesedihan. Suatu tindakan seseorang yang apabila anda memberinya 20 buah apel, semuanya bagus kecuali terdapat 1 buah apel yang agak cacat ataupun kurang baik kondisinya, maka orang tersebut akan melihat keburukan dari 1 buah apel tersebut, tanpa melihat ada 19 buah apel lagi yang baik dan sempurna kondisinya. Sikap seseorang yang apabila dirumahnya terdapat hal-hal yang baik tetapi dia tidak akan mau memperhatikannya, sebagai contoh ketika seseorang tersebut berada di suatu dalam ruangan yang rapi, bersih dan tertata, kemudian dia melihat sebuah kursi yang tidak pada tempatnya, dia akan merasa ada sesuatu yang mengganjal fikirannya dan tidak akan membangkitkan semangatnya kecuali yang ada hanya cerita tentang kemarahan dan kesedihan. Sikap yang menjadikan kemarahan sebagai kebiasaan, dan tidak ada nada dalam kehidupan ini kecuali nada kesedihan. Sampai-sampai kehidupannya hanya berisi cerita yang menyedihkan.

Dan yang bertolak belakang dari sikap diatas adalah sikap ridho ataupun optimisme. Optimisme akan menimbulkan toleransi terhadap kesalahan-kesalahan kecil, menciptakan kebahagiaan, selalu tersenyum optimis sehingga apa yang terjadi dari perkara yang baik akan lebih banyak daripada perkara yang buruk. Sampai-sampai bisa tersenyum dalam kesedihan, ataupun ketika kehilangan harta benda sekalipun. Seseorang yang optimis melihat bahwasanya perjalanan kehidupan bagaikan lapangan untuk bermain bola, pemain bola bermain dengan semangat, tetapi terkadang juga mendapat rintangan ataupun halangan dari lawan mainnya dan terkadang juga tersenyum setelah melihat usahanya dalam mencetak gol dan pada akhirnya mencapai kemenangan.*

*(Disadur dari Al Qiro’ah Al Wafiyah Lis Sanah An Niha’iyyah bi KMI dengan sedikit perubahan)

About intanelwahdy

Graduate of International Islamic University Malaysia B.A In Islamic Studies. Member of Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia Branch Kaltara Member of Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tarakan
This entry was posted in Motivation. Bookmark the permalink.

2 Responses to Si Pesimis dan Si Optimis

  1. Intan ini udah naik umroh rupanya! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s